Tampilkan postingan dengan label pribadi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pribadi. Tampilkan semua postingan

Minggu, 14 Desember 2008

persahabatan

Persahabatan itu seperti tangan dengan mata..

Saat tangan terluka, mata menangis...

Saat mata menangis, tangan menghapusnya. .

Persahabatan

Apa yang kita alami demi teman kadang-kadang melelahkan dan menjengkelkan, tetapi itulah yang membuat persahabatan mempunyai nilai yang indah. Persahabatan sering menyuguhkan beberapa cobaan, tetapi persahabatan sejati bisa mengatasi cobaan itu bahkan bertumbuh bersama karenanya.

Persahabatan tidak terjalin secara otomatis tetapi membutuhkan proses yang panjang seperti besi menajamkan besi, demikianlah sahabat menajamkan sahabatnya.

Persahabatan diwarnai dengan berbagai pengalaman suka dan duka, dihibur-disakiti, diperhatikan- dikecewakan, didengar- diabaikan, dibantu-ditolak, namun semua ini tidak pernah sengaja dilakukan dengan tujuan kebencian.

Seorang sahabat tidak akan menyembunyikan kesalahan untuk menghindari perselisihan, justru karena kasihnya ia memberanikan diri menegur apa adanya.

Sahabat tidak pernah membungkus pukulan dengan ciuman, tetapi menyatakan apa yang amat menyakitkan dengan tujuan sahabatnya mau berubah.

Proses dari teman menjadi sahabat membutuhkan usaha pemeliharaan dari kesetiaan, tetapi bukan pada saat kita membutuhkan bantuan barulah kita memiliki motivasi mencari perhatian, pertolongan dan pernyataaan kasih dari orang lain,tetapi justru ia beriinisiatif memberikan dan mewujudkan apa yang dibutuhkan oleh sahabatnya.

Kerinduannya adalah menjadi bagian dari kehidupan sahabatnya, karena tidak ada persahabatan yang diawali dengan sikap egoistis.

Semua orang pasti membutuhkan sahabat sejati, namun tidak semua orang berhasil mendapatkannya. Banyak pula orang yang telah menikmati indahnya persahabatan, namun ada juga yang begitu hancur karena dikhianati sahabatnya.

Beberapa hal seringkali menjadi penghancur persahabatan antara lain:
1.
Masalah bisnis UUD (Ujung-Ujungnya Duit)
2.
Ketidakterbukaan
3.
Kehilangan kepercayaan
4.
Perubahan perasaan antar lawan jenis
5.
Ketidak setiaan.

Tetapi penghancur persahabatan ini telah berhasil dipatahkan oleh sahabat-sahabat yang teruji kesejatian motivasinya.

Renungkan:
Mempunyai satu sahabat sejati lebih berharga dari seribu teman yang mementingkan diri sendiri.

"Dalam masa kejayaan, teman-teman mengenal kita. Dalam kesengsaraan, kita mengenal teman-teman kita." - Anonim -

Hargai dan peliharalah selalu persahabatan anda dengan mereka.

ATT291296.gif


Kamis, 11 Desember 2008

Senin, 17 November 2008

my motivation..

baru sj kubuka e-mailku....dari sekian ratus pesan yg masuk,ada renungan kcl yg cukup buat ku jd terhenyak....ini dari Bang Miftakhurrohmah..seniorQ di Etos.....
afwan ya Kak! aYu ngutip lgsg...


POINT OF VIEW

Beberapa tahun yang silam, seorang pemuda terpelajar dari Semarang sedang
berpergian naik pesawat ke Jakarta .
Disampingnya duduk seorang ibu yang sudah berumur.
Si Pemuda menyapa, dan tak lama mereka terlarut dalam obrolan ringan.

" Ibu, ada acara apa pergi ke Jakarta ?" tanya si Pemuda.

"Oh... Saya mau ke Jakarta terus "connecting flight" ke Singapore
nengokin anak saya yang ke dua" jawab ibu itu.

" Wouw..... hebat sekali putra ibu" pemuda itu menyahut dan terdiam sejenak.
Pemuda itu merenung.
Dengan keberanian yang didasari rasa ingin tahu pemuda itu melanjutkan
pertanyaannya.

" Kalau saya tidak salah, anak yang di Singapore tadi, putra yang kedua ya Bu??
Bagaimana dengan kakak-adik adik nya??"

"Oh ya tentu.." si Ibu bercerita :
"Anak saya yang ketiga seorang dokter di Malang ,
yang keempat kerja di Perkebunan di Lampung,
yang kelima menjadi arsitek di Jakarta ,
yang keenam menjadi kepala cabang bank di
Purwokerto,
yang ke tujuh menjadi Dosen di Semarang.""

Pemuda tadi diam, hebat ibu ini, bisa mendidik anak anaknya dengan
sangat
baik, dari anak kedua sampai ke tujuh.

"terus bagaimana dengan anak pertama Ibu ??"

Sambil menghela napas panjang, Ibu itu menjawab,
"Anak saya yang pertama menjadi petani di Godean Jogja nak,
Dia menggarap sawahnya sendiri yang tidak terlalu lebar "

Pemuda itu segera menyahut, "Maaf ya Bu..... sepertinya Ibu agak kecewa ya
dengan anak pertama Ibu, adik-adiknya berpendidikan tinggi dan sukses
di pekerjaannya, sedang dia menjadi petani?"





Do you want to know the answer...??? ???







Please scroll...









Please scroll..














Dengan tersenyum Ibu itu menjawab,
" Ooo... tidak.. tidak begitu Nak....
Justru saya sangat bangga dengan anak pertama saya, karena dialah yang
membiayai sekolah semua adik-adiknya dari hasil dia bertani"



Today's lesson :


Everybody in the world is a important person.[IMAGE]

Open your eyes. ...your heart....your mind....your point of view

because we can't make summary before read "the book" completely.

The wise person says...The more important thing is not WHO YOU ARE

But WHAT YOU HAVE BEEN DOING.

Aku.........

entahlah.....
semakin jauh melangkah,rasanya kian berat..apa yang jadi beban???
ada yg ingin kuungkapkan,tapi berat untuk kukatakan...
ada yg ingin kuteriakkan,tapi tak dapat berteriak..
aku...
aku..
aku....
aku ingin..

aku ini...

aku adalah...

aku.....

aku tak tahu siapa aku..
tak tahu knpa aku..

aku ingin terbang,tp knp kalian tak memberiku sayap itu??
aku ingin berkarya,tp knp kalian tak memberiku bakat itu??..

aku di antara kalian hanyalah bongkahan sampah..

mungkin...

tp asa ini tak mampu kubwa ke alam nyata...

AM I A LOOSER...?????????????